Jangan Pakai Feeling, Begini Cara Tahu Tanaman Kurang Pupuk atau Nutrisi

 

Tanaman kurang pupuk
Ilustrasi: mengenali tanaman kurang kadar pupuk/nutrisi (image by freepik)

Banyak petani, pekebun, maupun penghobi tanaman sering ragu saat ingin memberi pupuk. Tanamannya kelihatan tidak sehat, tapi muncul pertanyaan besar: ini benar kekurangan unsur hara atau cuma perasaan saja? Jangan sampai pupuk sudah ditambah, ternyata unsur haranya sudah cukup. Yang dibutuhkan sebenarnya bukan feeling, tapi bukti yang bisa dilihat langsung. Kabar baiknya, cara mengenali kekurangan unsur hara itu sangat sederhana. Tidak perlu sekolah tinggi, tidak perlu alat laboratorium, tidak perlu bongkar tanah atau cek akar. Cukup lihat daun dengan mata telanjang, daun sudah menjelaskan semuanya.

Untuk semua unsur hara yang dibahas, cukup fokus pada daun. Tidak perlu mengecek batang, akar, bunga, atau buah. Daun adalah indikator paling bisa dikenali. Unsur hara tertentu akan menunjukkan gejala pada daun tua, sementara unsur lain justru muncul pada daun muda. Ini berkaitan dengan sifat unsur tersebut, apakah dia bisa berpindah di dalam tubuh tanaman atau tidak.

Nitrogen adalah unsur pertama yang perlu dikenali. Kekurangan nitrogen selalu terlihat pada daun tua atau daun paling bawah. Jika daun tua menguning secara merata dan terjadi serempak, itu tanda jelas defisiensi nitrogen. Banyak orang keliru karena mengira semua daun tua memang wajar menguning secara alami. Memang benar, daun tua secara alami akan menguning sebelum rontok, tetapi ada perbedaannya. Pada penguningan alami atau senesens, daun yang menguning tidak terjadi bersamaan. Biasanya hanya satu atau dua daun yang berubah, daunnya tetap segar, tidak layu, dan ujungnya tidak kering. Berbeda dengan kekurangan nitrogen, di mana semua daun tua menguning bersamaan, diikuti ujung daun yang mengering perlahan, kemudian layu dan gugur. Hal ini terjadi karena nitrogen bersifat mobile. Saat tanaman kekurangan nitrogen, unsur tersebut dipindahkan dari daun tua ke daun muda agar daun muda tetap hijau, sementara daun tua dikorbankan.

Fosfor juga menunjukkan gejala pada daun tua. Kekurangan fosfor tidak membuat daun menguning, tetapi justru membuat warnanya menjadi hijau pekat kebiru-biruan. Pada kondisi yang lebih parah, daun akan tampak ungu kemerahan, terutama jika dilihat dari bagian bawah daun. Karena itu, untuk mengenali kekurangan fosfor, daun harus dibalik. Dari atas sering kali tampak masih hijau normal, tetapi dari bawah baru terlihat keparahannya. Daun yang kekurangan fosfor biasanya terasa kaku. Jika pupuk fosfor sudah diberikan tetapi gejala tidak berubah, masalahnya sering bukan pada jumlah pupuk, melainkan pada metabolisme tanaman, terutama pada kondisi suhu rendah. Fosfor bergerak sangat lambat di tanah dan di dalam tanaman, bahkan bisa hampir tidak bergerak sama sekali pada suhu dingin, sehingga tidak bisa langsung dimanfaatkan tanaman.

Kalium juga termasuk unsur yang bersifat mobile dan gejalanya muncul pada daun tua. Kekurangan kalium diawali dengan hilangnya warna hijau pada daun tua, kemudian berubah menjadi kuning, lalu kecokelatan. Pada tahap lebih parah, bagian tepi dan ujung daun tampak seperti terbakar, mengering, dan menggulung. Daun bisa terlihat hangus dan kering kerontang. Hal ini terjadi karena kalium dipindahkan ke daun muda, sehingga daun tua kehilangan pasokannya dan rusak lebih dulu.

Magnesium juga menunjukkan gejala pada daun tua. Kekurangan magnesium ditandai dengan perubahan warna dari hijau menjadi kuning, lalu putih dengan pola belang. Daun yang kekurangan magnesium biasanya menggulung ke atas, membentuk seperti perahu. Jika daun tua sudah tampak belang putih dan menggulung, hampir bisa dipastikan tanaman kekurangan magnesium.

Berbeda dengan unsur-unsur sebelumnya, sulfur tidak bersifat mobile. Karena itu, kekurangan sulfur terlihat pada daun muda, bukan daun tua. Gejalanya mirip dengan kekurangan nitrogen, yaitu daun menguning, tetapi posisinya pada daun muda. Daun tua tidak bisa menyuplai sulfur ke daun muda, sehingga kekurangan langsung terlihat di bagian pucuk.

Kalsium juga tidak mobile dan gejalanya muncul pada daun muda. Kekurangan kalsium menyebabkan daun muda mengalami klorosis yang berlanjut menjadi kecokelatan, terutama pada bagian tepi dan ujung daun yang tampak seperti terbakar. Pada kondisi yang parah, kekurangan kalsium menyebabkan pucuk tanaman mati atau yang sering disebut mati pucuk. Jika sudah terjadi mati pucuk, itu merupakan tanda kuat defisiensi kalsium.

Dengan memahami pola-pola ini, sebenarnya tidak perlu lagi menebak-nebak atau asal memberi pupuk. Tanpa cek laboratorium, tanpa bongkar akar, cukup melihat daun saja, kita sudah bisa mengetahui unsur hara apa yang sedang kurang. Tinggal menyesuaikan jenis dan dosis pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Semakin parah gejalanya, semakin besar kekurangannya. Ilmu sederhana seperti ini, meski tampak sepele, sangat membantu agar tanaman “makan” sesuai kebutuhannya dan tumbuh sehat.